Sebagai guru kami memiliki kepedulian terhadap anak-anak yang terpaksa harus putus sekolah karena faktor ketidak ada nya biaya atau ketidakmampuan orang tua, kehidupan yang broken home, kehilangan arah. Dimana anak-anak ini juga memiliki kerinduan untuk belajar seperti anak-anak lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut Langkah awal, kami ke rumah singgah anak jalanan yang diasuh oleh seorang anggota kepolisian di polres pulau ambon polda maluku pada 4 november 2021 pukul 17.00 yang bertempat di Jl. Antoni Reebok Lorong pardeis. Anak-anak di “rumah singgah shabat melindungi” berjumlah 40 anak. Pengajar sebagian besar sukarelawan dari mahasiswa-mahasiwa universitas negeri yang ada d kota ambon yaitu mahasiswa Universitas Pattimura. Harapan anak-anak di rumah singgah tsb adalah agar mereka juga mendapat perhatian dari instansi terkait untuk memberikan pelayanan pendidikan misalanya kesediaan tenaga pengajar sukarela (secara tetap) sehingga mereka merasakan indahnya dunia pendidikan.







0 komentar:
Posting Komentar